REVOLUSI INDUSTRI KE-4
REVOLUSI INDUSTRI KE-4
Mari dengan kita bahas.Revolusi industri ke 4 sudah tidak asing lagi kita dengar, dan sering menjadi perbincangan banyak pihak pemerintah industi.Sebelum adanya revolusi industri ke-4 pastinya sudah ada revolusi sebelumnya. Kita bahas revolusi ke 1 terlebih dahulu. Revolusi di mulai pada abad ke 18 dengan adanya penemuan mesin uap dan mesin menufaktur. Permasalahnya dalam revolusi industi ke 1 yaitu tenaga otot amat terbatas. Misalnya, manusia, kuda, sapi dan tenaga-tenaga otot lainnya tidak mungkin bisa mengangkat barang yang amat berat, bahkan dengan bantuan katrol sekalipun. Butuh istirahat secara berkala untuk memulihkan tenaga tersebut, sehingga proses produksi kalau mau berjalan 24 jam sehari membutuhkan tenaga. Revolusi industri ke 1 pasti ada dampak positif dan negatifnya. kita bahas dulu yang negatif biar happy ending ya. Dampak negatif dari revolusi industri ke 1 adalah pencemaran lingkungan akibat asap mesin uap dan limbah-limbah pabrik lainnya yang membuat lingkungan semakin memburuk. Dampak postifnya yaitu Barang-barang yang diproduksi menjadi jauh lebih banyak, lebih murah, dan lebih mudah didapat. Uang yang semula dipakai untuk memproduksi dan membeli barang-barang mahal tersebut kini bisa dipakai untuk hal lain, sehingga barang-barang yang tak diproduksi menggunakan mesin uap pun menjadi jauh lebih laku. Revolusi industri ini juga mengubah masyarakat dunia, dari masyarakat agraris di mana mayoritas masyarakat bekerja sebagai petani, menjadi masyarakat industri.
Selanjutnya, Revolusi industri ke 2. Revolusi industri ke 2 pada abad ke-19 yang ditandai dengan adanya produksi massal mesin listrik dan standarisasi industri. Dalam revolusi ke 3 ini Tenaga otot yang saat itu sudah tergantikan oleh mesin uap, perlahan mulai tergantikan lagi oleh tenaga listrik. Walaupun begitu, masih ada kendala yang menghambat proses produksi di pabrik, yaitu masalah transportasi. Revolusi industri kedua ini juga berdampak pada kondisi militer pada perang dunia II. Ribuan tank, pesawat, dan senjata diciptakan dari pabrik-pabrik yang menggunakan lini produksi dan ban berjalan. Hal ini terjadi karena adanya produksi massal (mass production). Perubahan dari masyarakat agraris menjadi masyarakat industri boleh dibilang menjadi komplit.
Kemudian Revolusi industri ke 3. Revolusi insustri ke 3 ditandai dengan adanya komputer dan teknologi informasi pada abad ke-20. Komputer semula adalah barang mewah. Salah satu komputer pertama yang dikembangkan di era Perang Dunia 2 sebagai mesin untuk memecahkan kode buatan Nazi Jerman, yaitu komputer yang bisa diprogram pertama yang bernama Colossus adalah mesin raksasa sebesar sebuah ruang tidur. Tidak punya RAM, dan tidak bisa menerima perintah dari manusia melalui keyboard, apalagi touchscreen, tapi melalui pita kertas. Komputer purba ini juga membutuhkan listrik luar biasa besar: 8500 watt! Namun kemampuannya gak ada sepersejutanya smartphone yang ada di kantong kebanyakan orang Indonesia saat ini.
Dan yang saat ini sedang berada di era revolusi industri ke-4. Revolusi industri ke-4 adalah bagaimana teknologi seperti kecerdasan buatan, kendaraan otonom dan internet saling mempengaruhi kehidupan manusia. Hadirnya otomasi dan kecerdasan buatan di industri tentu memberikan potensi besar untuk melipatgandakan produktivitas tenaga kerja berbagai perusahaan besar dunia bahkan sudah ada yang menggunakan robot dan kecerdasan buatan sebagai pekerjanya. sebut saja Amazon, Suzuki dll.
Apakah keadaan masyarakat di sekitar kamu sudah bergeser ke arah transformasi digital? Jelas iya, seperti contoh yang sudah dijelaskan, sekarang semua orang sudah dipermudahkan dengan teknologi digital, sebut saja belanja di e-commerce. Yang memudahkan kita dalam berbelanja online ke luar kota dan bisa sampai luar negeri. kita hanya bermodalkan smartphone yang terakses internet menggunakan aplikasi e-commerce kita bisa hanya tinggal duduk diam di rumah, barang yang kita beli akan tiba. semudah itu jaman sekarang yang membuat sesuatu hal lebih gampang.
Adapun pekerjaan-pekerjaan yang akan tetap bertahan di era reformasi antara lain yaitu industri kreatif, teknologi informasi, profesional, manager, pelayanan kesehatan, pendidikan dan jasa konstruksi. Kementrian Industri pun telah meluncurkan inisiatif dalam menghadapi revolusi industri ke-4, ada sepuluh prioritas nasional linstas sektoral dalam upaya memperkuat struktur penyusun Indonesia dalam menghadapi tantangan di masa depan.
bagaimana dengan strategi kita dalam menghadapi perubahan digital sehingga kita bisa siap beradaptasi dengan revolusi industri 4.0? kita perlu mengembangkan atau mempersiapkan diri terhadap perubahan akibat dari perkembangan digital yang masif. Salah satu caranya dengan menanamkan kesadaran digital kepada masyarakat luas, bahwa transformasi digital merupakan sesuatu yang memang sedang terjadi dan sangat penting dan dengan selalu melihat peluang yang sedang trend di masyarakat sehingga dapat beradaptasi yang mampu membuat sesuatu inovasi baru di kalangan masyarakat.
Adapun strategi dalam menghadapi revolusi industri ke-4 yaitu dengan cara peningkatan barang dan material, Oleh karena itu, untuk menghadapi industri 4.0 perusahaan harus melakukan perbaikan pada kualitas dan kuantitas barang serta material. Selain peningkatan kualitas dan kuantitas, peningkatan dari sektor teknologi juga dibutuhkan agar dapat meningkatkan efisiensi dan kecepatan produksi. kemudian meningkatkan kualitas sumber daya manusia Untuk menghadapi revolusi industri 4.0 perusahaan mau tidak mau harus meningkatkan kualitas SDM agar dapat memenuhi standar global. selanjutnya kemudian Memperluas Networking, memiliki networking yang luas sangat diperlukan untuk membuka peluang-peluang baru. Selain memperluas networking, perusahaan juga harus meningkatkan kualitas dan layanan yang akan diberikan kepada konsumen. Penggunaan Internet of Things untuk dapat mengelola sistem yang sudah terhubung dengan koneksi internet. Selain dapat mengoptimalkan pekerjaan, teknologi internet juga akan mampu menghemat biaya produksi. Kemudian Membuat Aturan & Kebijakan Baru, beberapa aturan dan kebijakan yang biasanya diubah adalah kebijakan dalam suplai bahan baku, pembagian tugas kerja, dan memastikan karyawan mengerti tentang cara penggunaan teknologi yang perusahaan miliki.

Komentar
Posting Komentar